Mencoba


Aku masih berjalan menuju titik yang terangnya masih samar
tak jelas namun juga tak kabur
Hatiku adalah tuannya
Saat malam menjelang, kaburnya meraja.
Saat siang hatiku tak bernyawa
Aku sering tersesat, bahkan kadang kembali pada jalan yang sama.
Kadang Juga meraba,
tertawa saat hati terluka
sangsi pada TakdirNya.
Saat kau temukanku tak berbentuk teman,
tinggalkan saja
tinggalkan saja.
Biar tak aku lihat aku masih sia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s