sajak ku


Laki-laki dalam ingatan

Laki-laki pagi hari
Mencari mata yang sama
Kau tahu aku masih mencari mata itu.
Tak tahu apa ku kan menemukannya.
Sulit sekali merelakan kau berlalu dariku.
Aku masih menunggu walau kutahu
Kuyakinkan kau bahwa aku menunggu bukan untuk bersamamu.
Kuingin kau tahu aku tak seperti dulu.
Semuany sudah berlalu dan aku mengingatmu sebagai masa laluku.
Sebagai lelaki pagi hari yang mengajarkanku
Aku mengerti awal pagi yang indah harus ku akhiri dengan senyum yang indah.
Hingga tak ada yang kusesali saat menjelang siang.

Lelaki siang hari
Kukenal kau saat ku mencari siapa aku sebenarnya.
Kusadari kau ada saat kenangan itu kupanggil dengan tak sengaja.
Kita memulai dengan langkah yang tak kusuka.
Kuundang kau dengan cara yang tak biasa dan tak leluasa.
Ku lantangkan bahwa aku tak sama.
Aku pernah berharap pada laki-laki siang hari
mengeja cinta dengan irama yang sama.
Kumengingatnu saat kau mulai belajar melupakanku.
Ku merindukan setiap jengkal tanah yang pernah kita lalui bersama.
Kuberbisik pada kabut berharap jawaban dari hati yang selalu gundah.
Kudisadarkan lengkingan kenyataan
Laki-laki siang hari akan digantikan laki-laki senja.
Kumencintaimu dengan caraku.

Lelaki kala senja
Kumenantimu dengan takdir kita
Kuharap tak ada yang salah dengan itu.
Ku tak kan pernah tahu siapa lelaki senja.
Tak kan ada yang tahu
ini bukan saatnya.
Payakumbuh, 4 juli 2009

One thought on “sajak ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s